Jumat, 01 November 2013

Dugaan Penyadapan

Istana presiden mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait dengan dugaan penyadapan yang dilakukan kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di kantor presiden, Jumat 1 November 2013, mengatakan presiden telah berkoordinasi terkait kabar ini dengan instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri dan Badan Intelejen Negara (BIN).

"Tapi pada prinsipnya kalau benar seperti diberitakan sungguh ini sangat disesalkan. Karena suatu hubungan diplomasi tidak boleh terkontaminasi dengan aksi penyadapan," tambahnya.

Karena belum ada kepastian, pihak istana kata Julian, belum bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil menanggapi isu tersebut. Namun dirinya tidak menampik kemungkinan akan mengirimkan nota keberatan kepada negara yang bersangkutan.

"Kami masih menuggu penjelasan klarifikasi dulu," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengatakan akan memanggil Kuasa Usaha AS untuk Indonesia, Kristen Bauer.

Menurutnya, apabila aksi spionase itu terbukti benar, maka perbuatan itu tidak dapat dibenarkan dan dianggap melanggar rasa saling percaya yang dimiliki kedua negara.

"Kami ingin memastikan terlebih dahulu soal adanya laporan bahwa fasilitas semacam itu memang benar adanya. Apabila terbukti, maka kami akan menyampaikan nota protes keras," kata Marty beberapa waktu lalu.

0 komentar: